JAMBI GRADAKKRIMINAL.COM – Kericuhan terjadi di kawasan Perkebunan PT SAL pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan personel Yonif 896/Serumpun Pseko yang sedang melaksanakan pengamanan di wilayah perusahaan.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerugian akibat bentrokan tersebut. Situasi di lokasi sempat memanas namun kini telah berangsur kondusif.
Berdasarkan informasi awal, kericuhan diduga berawal dari adanya kesalahpahaman antara warga SAD dengan petugas pengamanan perusahaan yang dibackup personel TNI. Adu argumen kemudian berujung pada aksi saling dorong hingga terjadi kericuhan.
Personel Yonif 896/Serumpun Pseko yang bertugas di area perkebunan langsung berupaya melerai dan mengamankan lokasi agar situasi tidak meluas.
Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan pihak manajemen PT SAL dikabarkan telah turun ke lokasi untuk melakukan mediasi. Tujuannya untuk meredam ketegangan dan mencari solusi terbaik agar tidak terjadi bentrokan susulan.
Pihak perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk duduk bersama dengan perwakilan warga SAD guna menyelesaikan persoalan terkait batas lahan dan akses di area perkebunan.
Kapolres setempat melalui Kasi Humas mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah kepada aparat dan jalur hukum.
"Kami minta semua pihak menahan diri. Jangan sampai ada aksi yang dapat merugikan masyarakat luas. Saat ini kami masih mendalami penyebab pasti kejadian," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.(tim)

