Koalisi LSM, Ormas, Pers, dan Mahasiswa Muba Desak Dialog Terbuka Perbaikan Jalan Lintas Muba–Muratara - Gradak kriminal

Berita Terbaru

Wednesday, April 22, 2026

Koalisi LSM, Ormas, Pers, dan Mahasiswa Muba Desak Dialog Terbuka Perbaikan Jalan Lintas Muba–Muratara


Musi Banyuasin, Gradakkriminal.com – Koalisi yang terdiri dari LSM, Ormas, Pers, dan Mahasiswa Musi Banyuasin mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait menggelar dialog terbuka terkait percepatan perbaikan Jalan Lintas Muba–Muratara, Sabtu (19/4/2026).


Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi ruas Jalan Nasional Sumatera Sekayu–Lubuk Linggau yang melintasi wilayah Muba hingga perbatasan Musi Rawas–Muratara dinilai masih rusak parah. Kerusakan jalan disebut memicu kecelakaan, menghambat aktivitas warga, dan mengganggu distribusi barang serta jasa.


Ketua LSM Geramm Muba, Lekat Gonzales, mengatakan terdapat ribuan lubang di sepanjang jalan dari Kecamatan Babat Toman hingga perbatasan Musi Rawas. Titik kerusakan tersebar di Desa Sugi Waras, Beruge, Sugi Raya, Sereka, Desa Ngulak II, Kelurahan Ngulak, Tanjung Raya, Penggage, Ngunang, hingga Muara Lakitan dan Muara Kelingi.


"Kami mendesak perusahaan atau kontraktor pemenang proyek Jalan Nasional ruas Muba–Musi Rawas sepanjang ±150 km segera memperbaiki. Kondisinya sangat memprihatinkan sejak Januari 2025 hingga Februari 2026. Banyak pengguna jalan yang dirugikan, mulai dari angkutan barang, travel, bus lintas provinsi, hingga kendaraan pribadi," tegas Lekat.


Koalisi juga menyoroti insiden kecelakaan tunggal yang menimpa pegawai Indomaret di Desa Penggage, Kecamatan Sanga Desa pada malam Idulfitri. Korban berusia 19 tahun harus dilarikan ke rumah sakit akibat terperosok lubang jalan. "Momen lebaran yang harusnya bahagia berubah jadi duka karena infrastruktur buruk. Beruntung nyawa korban selamat," tambah Lekat.


Atas kondisi tersebut, koalisi berencana menggelar aksi damai pasca-lebaran di depan Kantor Bupati Muba dan DPRD Muba. Namun mereka membuka ruang dialog terbuka terlebih dahulu dengan Pemkab, DPRD, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, dan pihak kontraktor. "Dialog lebih kami utamakan. Aksi adalah opsi terakhir jika tidak ada itikad baik untuk perbaikan," ujar salah satu perwakilan mahasiswa.


Hingga berita ini disusun, pihak Balai Jalan Nasional Sumsel dan kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi. Sementara Pemkab Muba menyatakan akan memfasilitasi pertemuan antara koalisi dengan pihak terkait guna mencari solusi percepatan perbaikan.


Warga berharap kerusakan jalan segera ditangani mengingat ruas tersebut merupakan jalur vital penghubung Muba dengan Muratara dan Lubuk Linggau.


*(Nurdin)*